Rabu, 18 Januari 2012

Tradisi Kepercayaan Untung dan Rugi Di Tahun Baru Imlek

NBnews -  Selamat Tahun Baru Imek Bari Sodara sebangsa dan setanah air yang merayakan.


Menyajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidanyan yang wajib adalah mi panjang umur (siu mi) dan arak. Semakin berkembang, hidangan pilihan semakin beragam. Biasanya masakan yang melambangkan kemakmuran, panjang umur, keselamatan dan kebahagian yang banyak disajikan
12970416891503243696 
Kue-kue biasanya dibuat lebih manis diharapkan kehidupan di tahun mendatang lebih manis juga. Dihidangkan pula kue lapis, perlambang rezeki yang berlapis. Kue mangkuk dan kue keranjang wajib dihidangkan pada waktu sembahyangan. Disebut juga sebagai Nian Gao  atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee , yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang, adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula , serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket . Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek. Disusun dengan kue mangkuk warna merah biasanya ditaruh paling atas. Mengandung simbol kehidupan manis yang menanjak dan mekar seperti kue mangkuk.

Makanan yang dihindari dan tidak dihidangkan adalah bubur. Menurut mereka makanan ini melambangkan kemiskinan. Semua makanan yang siap saji di taruh di meja sembahyang, setelah selesai pay-pay (disajikan pada sesembahan) lalu makanan itu dimakan oleh semua anggota keluarga.
Kok begitu? Ya, semua itu adalah tanda-tanda penyambutan tahun baru Imlek atau Sin Tjia, atau Chinese New Year yang beberapa saat lagi akan tiba.

Di Indonesia, perayaan tahun baru Imlek sempat dilarang dirayakan di depan umum selama 33 tahun sejak tahun 1965. Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, segala hal yang berbau Tionghoa dilarang dalam Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Walaupun Inpres ini kemudian dicabut pada tahun 2000 di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, dan baru resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada 17 Februari 2002, namun mungkin ada yang masih asing dengan kebudayaan Tionghoa.

Nah, berhubung saya sekarang sedang berada di Taiwan, menyaksikan dan berinteraksi dengan tradisi dan kebudayaan yang cukup kental  langsung dengan orang-orangnya, mungkin hal ini dapat dimanfaatkan untuk menambah sedikit pengetahuan tentang budaya Tionghoa, tentunya dalam topik sesuai judul: seputar tahun baru Imlek.

Sebagaimana Umat Islam memiliki tahun Hijriyah, masyarakat Cina juga memiliki cara penanggalan yang berbeda dengan penanggalan Internasional. Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Cina. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau dipengaruhi oleh budaya Han (terutama Korea, Jepang dan Vietnam.)

Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda pada setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari.

Menurut Gan Ji, yaitu periode susunan pergantian tahun berdasarkan penanggalan Imlek, tahun 2011 ini adalah tahun kelinci emas. Dikabarkan, tahun ini akan banyak yang membeli lampion untuk menerangi rumah yang digunakan untuk mengundang kelinci emas agar singgah ke rumah. Kelinci emas muncul setelah terakhir kalinya lewat pada 6 Februari 1954, 60 tahun yang lalu.

Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Cina biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin. Dalam budaya tradisional Cina, lichun yaitu waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, terjadi sekitar 4 Februari. Untuk tahun baru imlek yang akan disambut tahun ini akan jatuh pada tanggal 2 Februari 2011.

Tahun Kelinci? Ya. Tahun yang akan dijelang masuk pada perhitungan Tahun Kelinci. Mungkin Kompasianer sudah tahu bahwa masyarakat Tionghoa memiliki 12 shio hewan (tikus, sapi, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi) dan 5 unsur elemen, yaitu: kayu, api, bumi, logam dan air
Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Sistem Yin dan Yang jarang digunakan orang dalam perhitungan. Masyarakat sebagian besar hanya menggunakan 12 shio dan 5 unsur shio pada tahun tersebut.

Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996. Tahun Kelinci Emas dipercaya sebagai tahun yang penuh dengan keberuntungan. Tentu saja bagi orang yang mau berusaha serta bangkit dari kegagalan sebelumnya. Namun, kabarnya banyak kejadian yang tidak terduga juga akan terjadi di tahun ini. Pada prinsipnya, kejadian baik atau buruk adalah hal yang wajar terjadi. Tergantung bagaimana kita melihat dan melakukan perbuatan sehari-hari kita, bukan begitu? Yang penting bagi Kompasianer lakukan semua hal yang kita jalani sebaik-baiknya diiringi semangat dan doa.


Apakah Anda Suka? Please Share.

Youk! Baca Artikel Terkait Dibawah Ini:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites